Kamis, 08 September 2011

Foto Bersejarah Pada Perang Dunia II

Foto Bersejarah Pada Perang Dunia II: Perang Dunia ke 2 adalah konflik paling berdarah sepanjang sejarah peradaban manusia. Jumlah korban keseluruhan sulit untuk dipastikan. Namun dalam prakiraan kasar mencapai 50 sampai 70 juta jiwa manusia diluar kerugian finansial dan material yang tidak lagi terhitung.

Berikut ini adalah kumpulan foto2 bersejarah dari Perang Dunia Kedua dengan keterangan dan sedikit cerita latar belakangnya.

Era Kebangkitan Nazi dan Hitler

Adolf Hitler, seorang veteran Perang Dunia Pertama bergabung ke Partai Buruh Jerman DAP atau Deutsche Arbeiterpartei pada tahun 1919 dan menjadi pemimpin partai pada tahun 1921. Adolf Hitler menulis memoirnya yang terkenal Mein Kampf ( Perjuangan Ku ) didalam penjara setelah percobaan kudeta yang gagal di tahun 1923. Setahun kemudian, Hitler yang bebas dari masa hukuman, kembali kekancah politik. Berkat kepintaran dalam memanfaatkan kondisi rakyat Jerman yang sedang terpuruk dalam kemelaratan akibat krisis ekonomi yang parah, Hitler mendapat dukungan yang luas dengan propagandanya yang mengusung Pangermanismus atau Alldeutsche Bewegung atau penyatuan orang-orang berdarah dan berbahasa Jerman seluruh Eropa menjadi satu, Antismitism ( anti Yahudi ) dan anti komunisme.

Januari 1933, Adolf Hitler diangkat menjadi Kanselir Jerman oleh Presiden Hindenburg. Kondisi Jerman yang dalam keadaan terpuruk oleh krisis ekonomi parah mengantar Adolf Hitler dengan kepiawaiannya dalam berpropaganda ke tampuk kekuasaan. Pada kondisi politik dan sosial yang semakin buruk, Februari 1933 Presiden Hindenburg menanda-tangani Enabling Act, yang memberi kekuasaan kepada Hitler untuk menjalankan pemerintahan legislatif penuh. Setelah kematian Presiden Hindenburg pada tahun 1934 Adolf Hitler mengisi kekosongan kursi kepresidenan dengan mengangkat dirinya sebagai Fuhrer dan menjadi pemimpin Jerman. Bentuk pemerintahan republik berganti menjadi pemerintahan otoriter satu partai dibawah Hitler dengan partai Nazi.


Keterangan foto: Pidato Adolf Hitler yang dihadiri lautan manusia pendukungnya serta partai Nazi.
Awal Perang Dunia Kedua, Invasi ke Polandia



6 Oktober 1939, Jerman dan Uni Sovyet menandatangani kesepakatan rahasia Molotov – Ribbentrop dimana kedua Negara akan menginvasi Polandia secara bersamaan dan kemudian membagi wilayah tersebut setelah ditahklukan.

1 September 1938, Jerman menyerang Polandia dengan alasan pembalasan atas insiden Gleiwitz. Tindakan ini dijawab dengan pernyataan perang dari pihak Inggris dan Perancis sebagai sekutu Polandia.

( Ket: Insiden Gleiwitz sendiri adalah hasil rekayasa Jerman dimana sekelompok tentara SS Nazi menyamar sebagai tentara Polandia dan menyerbu stasiun radio Gleiwitz, Jerman. ) Insiden ini direkayasa oleh Hitler yang perlu sebuah alasan untuk memulai invasinya ke Polandia.


Keterangan foto: Infantri perintis Jerman memasuki area perkampungan Polandia di daerah perbatasan Polandia – Jerman.


Keterangan foto: Kapal perang Jerman Schelwig Holstein membombardir pesisir Polandia .

Pasukan Jerman menyerang Polandia dari arah Utara, Selatan dan Barat. Uni Sovyet menyerang dari arah Timur. Menghadapi invasi dari dua front secara bersamaan oleh dua kekuatan militer besar membuat pertahanan Polandia koyak dalam waktu singkat.

Pertahanan Polandia yang mengalami pukulan berat ditarik kearah Tenggara sebagai usaha terakhir untuk mengadakan perlawanan jangka panjang sambil menanti bantuan pasukan besar dari sekutunya Inggris dan Perancis, yang sampai pada akhirnya tidak pernah tiba. Walaupun terikat dalam pakta persekutuan, Perancis dan Inggris pada faktanya tidak pernah memberi bantuan yang berarti selain pernyataan perang terhadap Jerman. Ini adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal, apabila Inggris dan Perancis secara bersamaan memberi dukungan militer secara penuh dan menghempang kekuatan Jerman di Polandia, bisa jadi Perang Dunia Kedua tidak akan meluas menjadi tragedi kemanusiaan terbesar dalam peradaban.

Tanggal 6 Oktober, setelah kekalahan di Pertempuran Kock, Polandia menyerah. Jerman dan Soviet menduduki Polandia.


Keterangan foto: Konvoi barisan tentara Polandia yang sudah menyerah berarak meninggalkan Warsawa, ibukota Polandia.


Keterangan foto: Tentara/ perwira Jerman dan Soviet saling bersilahturami di Polandia setelah invasi berakhir.

Perang Meluas Keseluruh Daratan Eropa

Setelah invasi ke Polandia berakhir, Jerman dan Soviet menandatangani perjanian pemerintahan bersama atas Lithuania. Dari sana Uni Sovyet melebarkan sayap ke negara2 Baltik, memaksakan pendudukan dibawah pakta perjanjian “mutual assistance”. Perlawanan muncul dari Finlandia, yang dijawab dengan invasi Soviet pada November 1939 dan berakhir cepat pada Maret 1940 dan memaksa Finlandia menandatangani Konsesi Finlandia. Dan kembali Inggris dan Perancis tidak memberi respon dengan tindakan nyata selain mendukung dikeluarkannya Uni Soviet dari keanggotaan Liga Bangsa Bangsa.

Bersamaan dengan invasi Soviet ke Baltik dan Invasi Jepang ke China. Jerman berekspansi ke Perancis, Belgia, Belanda dan Luxembourg.

Belanda dan Belgia di kalahkan Jerman lewat taktik Blitzkreig atau serangan kilat dalam hitungan hari dan minggu. Dan Perancis yang menjadi korban berikutnya juga tidak lebih baik.

Perancis yang pada awalnya merasa aman dari ancaman Jerman berkat Maginot Line ternyata harus menerima kenyataan bahwa apa yang mereka percaya sebagai pertahanan yang tidak akan bisa ditembus adalah sia-sia.


Keterangan foto: Bunker beton Maginot Line


Keterangan foto: Bunker bawah tanah Maginot Line

Maginot line adalah garis pertahanan Perancis disepanjang perbatasan Perancis – Jerman – Italy yang terdiri dari jajaran bunker beton dengan instalasi pertahanan bawah tanah. Lengkap dengan penghalang Tank, kantong-kantong artillery, pos-pos senapan mesin dan lain-lain. Strategi pertahanan yang terbukti tidak bisa ditembus berdasarkan pengalaman pada era Perang Dunia Pertama. Tapi Maginot Line yang dianggap sebagai sebuah pertahanan jenius oleh pembesar militer Perancis justru terbukti tidak berguna pada era Perang Dunia Kedua, dimana zaman dan teknologi sudah berubah, dan mobilitas pasukan sudah jauh lebih tinggi. Pasukan Jerman dengan mudah menghindari Maginot Line dengan mengambil rute melingkar melewati hutan Ardennes dan daratan rendah lalu dengan dukungan Italia yang menginvasi dari perbatasannya, Perancis pun runtuh dalam tempo 12 hari.


Keterangan foto: Iring-iringan tentara Perancis bergerak kemedan perang, dengan persenjataan kuno sisa perang dunia pertama



Keterangan foto: Tank tank Perancis yang sudah ketinggalan zaman mengambil posisi strategis untuk menghempang pasukan Jerman


Keterangan foto: Artileri medan 75mm Perancis yang juga sisa dari perang dunia pertama.

Tanpa Maginot Line, militer Perancis yang peralatan dan senjata sisa peninggalan Perang Dunia Pertama sama sekali tidak berdaya menghadapi kekuatan Jerman yang modern.


Keterangan foto: Tentara Perancis yang menjadi tawanan perang oleh Jerman


Keterangan foto: Konvoi pasukan Jerman memasuki Paris, ibukota Perancis




Inggris – Perang di Darat, Laut dan Udara

Dengan jatuhnya Perancis, pintu ke Inggris terbuka lebar. Jerman mulai melancarkan serangan udara besar-besaran ke Inggris yang kemudian terbukti tidak efektif. RAF ( Royal Air Force ) atau Angkatan Udara Kerajaan Inggris member perlawanan yang keras dan memaksa Jerman untuk mengubah strategi dari serangan udara menjadi serangan lewat laut.

Dengan memanfaatkan perlabuhan dipesisir Perancis, Jerman melancarkan serangan ke Inggris, menenggelamkan kapal militer dan sipil, juga merusak pelabuhan. Sementara serangan udara terus berlanjut dan mengubah kota-kota besar seperti London, Liverpool dll menjadi puing. Tapi tidak seperti Perancis, Inggris mampu bertahan dan tidak pernah jatuh ke tangan Jerman sekalipun digempur terus menerus lewat darat air dan udara.


Keterangan foto: Tentara Inggris diberangkatkan ke garis depan dengan kereta api


Keterangan foto: Artileri Inggris bersiap-siap menunggu di posisi


Keterangan foto: Konvoi kapal Jerman yang berusaha mendarat di Narvik, percobaan pendaratan itu gagal dan semua kapal Jerman ditenggelamkan atau dirusak hingga lumpuh oleh Angkatan Laut Inggris.


Keterangan foto: Winston Churchill Perdana Menteri Inggris



Keterangan foto: Pesawat pembom JU 87 Junkers dari Jerman


Keterangan foto: Pesawat pembom JU 87 Junkers ditembak jatuh dan berhasil direkam dari kokpit pesawat tempur yang menembaknya.

Keterangan foto: London


Keterangan foto: Tentara Inggris yang tewas
Walaupun Jerman tidak berhasil menduduki Inggris Raya, tapi invasi Jerman dan sekutunya ke daerah2 koloni Inggris membawa pukulan telak. Setelah babak belur menghadapi gempuran Jerman dan kehilangan daerah2 koloninya kepada Jerman, Italia dan Jepang maka berakhirlah era dominasi Inggris di kancah dunia yang sudah berlangsung selama berabad-abad.[forkamer]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar